DETAIL KOLEKSI

Pengaruh rasio kerampingan pemotongan terhadap gaya potong spesifik pada pemotongan baja S45C, SUS304 dan aluminium dengan proses bubut


Oleh : Jumadi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Triyono MS

Pembimbing 2 : Rudy S Wahjudi

Subyek : Metal-cutting tools;Mechanical engineering

Kata Kunci : effect of slenderness ratio, cutting, cutting force, specific, steel, S45C, SUS304, aluminum, lathe

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_STM_06100035_Halaman-Judul.pdf
2. 2004_TA_STM_06100035_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2004_TA_STM_06100035_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_STM_06100035_Bab-2_Gaya-Dan-Daya-Pemotongan.pdf
5. 2004_TA_STM_06100035_Bab-3_Kerangka-Metode-Pengujian.pdf
6. 2004_TA_STM_06100035_Bab-4_Data-Teknis-Dan-Analisis-Pengujian.pdf
7. 2004_TA_STM_06100035_Bab-5_Kesimpulan-Dan-Tindak-Lanjut.pdf
8. 2004_TA_STM_06100035_Daftar-Pustaka.pdf
9. 2004_TA_STM_06100035_Lampiran.pdf

B Besarnya gaya dan daya pemotongan merupakan informasi yang amat diperlukan dalam perencanaan mesin perkakas. Oleh karena itu diperlukan percobaan untuk mengetahui hubungan antara rasio kerampingan pemotongan terhadap gaya potong spesifik dan daya pemesinan khususnya pada proses bubut. Besarnya gaya —gaya yang bereaksi pada pahat/benda kerja selama proses pemotongan dapat diukur langsung dengan menggunakan tool dinamometer. Gaya pemotongan yang timbul dipengaruhi oleh variabel kondisi pemotongan yaitu kedalaman potong (a), gerak makan (f) dan kecepatan poton(v). Pengujian dilakukan terhadap tiga material uji, yaitu baja S45C, SUS304, dan aluminium. Pada saat melakukan pengukuran gaya potong, dapat pula dilakukan pengukuran daya potong daya pemesinan sehingga dapat diketahui efisiensi pemesinannya. Pengukuran daya dilakukan dengan menggunakan Wattmeter dalam dua tahap. Pertama, pada kondisi tanpa beban pemotongan (pengukuran daya idel, Nmo) dan kedua sewaktu proses berlangsung (pengukuran daya pemesinan, MO dimana daya tersebut ditentukan oleh gaya-gaya pada proses pemotongan berlangsung. Hasil akhir dari pengamatan yaitu hubungan antara rasio kerampingan pemotongan dan gaya potong spesifik yang akan ditunjukkan secara grafis serta pengaruhnya terhadap daya pemesinan yang akan berpengaruh juga terhadap efisiensi pemesinan.

T The magnitude of cutting force and power is very necessary information in machine tool planning. Therefore, an experiment is needed to determine the relationship between the cutting slenderness ratio to the specific cutting force and machining power, especially in the turning process. The magnitude of the forces that react on the tool/workpiece during the cutting process can be measured directly using a tool dynamometer. The resulting cutting force is influenced by the cutting condition variables, namely the depth of cut (a), feed rate (f) and cutting speed (v). Tests were carried out on three test materials, namely S45C steel, SUS304, and aluminum. When measuring the cutting force, cutting power can also be measured so that the machining efficiency can be determined. Power measurements were carried out using a Wattmeter in two stages. First, in conditions without cutting load (measuring idle power, Nmo) and second during the process (measuring machining power, MO where the power is determined by the forces in the cutting process. The final result of the observation is the relationship between the cutting slenderness ratio and the specific cutting force which will be shown graphically and its effect on machining power which will also affect machining efficiency.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?