Pentingnya keterangan saksi ahli bagi pengguna narkotika yang memiliki masalah medis (analisis putusan no. 1050/pid.sus/2022/pn dps)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Maria Silvya Elisabeth Wangga
Kata Kunci : Expert Testimony, Category I Narcotics, Medical Conditions, Evidentiary Value, Rehabilitation.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002200365_Halaman-Judul.pdf | 7 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002200365_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002200365_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002200365_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002200365_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002200365_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002200365_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002200365_Bab-1.pdf | 21 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002200365_Bab-2.pdf | 24 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002200365_Bab-3.pdf | 10 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002200365_Bab-4.pdf | 23 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002200365_Bab-5.pdf | 5 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002200365_Daftar-Pustaka.pdf | 8 | |
| 14. | 2026_SK_SHK_010002200365_Lampiran.pdf | 7 |
|
P Penelitian ini berkaitan dengan keterangan ahli pada perakara nomor1050/pid.sus/2022/pn dps yang menyatakan terdakwamenggunakan narkotika untuk keperluan medis, ahli jugamenyarankan untuk melakukan rehabilitasi kepada terdakwa. namunhakim menyatakan terdakwa menyalah gunakan narkotika. rumusanmasalah pada penelitian ini, antara lain (1) bagaimana pengaturantentang keterangan saksi ahli bagi pengguna narkotika golongan iyang memiliki masalah medis dalam kuhap? (2) apakah keterangansaksi ahli dalam putusan nomor 1050/pid.sus/2022/pn dps memilikikekuatan pembuktian bagi pengguna narkotika golongan i yangmemiliki masalah medis? penelitian ini merupakan penelitian normatif,sifat penelitian deskriptif, data yang digunakan data sekunder, teknikpengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan analisadata kualitatif dan penarikan kesimpulan dengan cara deduktif. hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengaturan keterangan saksi ahlidalam kuhap telah mengakui ahli sebagai alat bukti yang sah,termasuk ahli di bidang adiksi dan rehabilitasi narkotika,. keteranganahli dalam putusan nomor 1050/pid.sus/2022/pn dps terbuktimempengaruhi hakim dalam mengklasifikasikan terdakwa sebagaipenyalahguna bagi diri sendiri dan menjatuhkan rehabilitasi, meskipunkekuatan pembuktiannya bersifat terbatas karena tidak didukung olehbukti medis tertulis.
T This research concerns expert testimony in case number 1050/pid.sus/2022/pn dps, in which the expert stated that the defendant used narcotics for medical purposes and recommended that the defendant undergo rehabilitation. however, the judge determined that the defendant had abused narcotics. the research questions in this study are: (1) how is expert testimony regulated under the criminal procedure code (kuhap) for users of category i narcotics who have medical conditions? (2) does the expert testimony in decision number 1050/pid.sus/2022/pn dps have evidentiary value for users of category i narcotics who have medical conditions? this research employs a normative juridical method with a descriptive research approach. the data used are secondary data, collected through literature study, analyzed qualitatively, and conclusions are drawn using a deductive method. the results of the research indicate that the regulation of expert testimony under the criminal procedure code recognizes experts as a lawful means of evidence, including experts in the fields of addiction and narcotics rehabilitation. the expert testimony in decision number 1050/pid.sus/2022/pn dps was found to have influenced the judge in classifying the defendant as a person who abused narcotics for personal use and in imposing rehabilitation as a measure. however, its evidentiary value was limited because it was not supported by written medical evidence.