DETAIL KOLEKSI

Inkonsistensi putusan pengadilan dalam menyelesaikan perkara wanprestasi perjanjian kerja (analisis putusan nomor 168/pdt.g/2024/pn jkt.sel dan putusan nomor 155/pdt.g/2024/pn jkt.sel)


Oleh : Najwa Frisi Meilani

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Yogo Pamungkas

Kata Kunci : inconsistency of decisions, breach of contract, judge\\\'s legal considerations

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002200178_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002200178_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002200178_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002200178_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002200178_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002200178_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002200178_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002200178_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002200178_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_SHK_010002200178_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_SHK_010002200178_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002200178_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002200178_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002200178_Lampiran.pdf

I Inkonsistensi pertimbangan hukum hakim dalam sengketa wanprestasi yang berkaitan dengan non-disclosure agreement (nda) dapat menimbulkan ketidakpastian hukum, terutama apabila perkara yang memiliki karakteristik serupa diputus dengan dasar pertimbangan yang berbeda. penelitian ini bertujuan menganalisis konsistensi pertimbangan hukum majelis hakim dalam putusan nomor 168/pdt.g/2024/pn jkt.sel dan putusan nomor 155/pdt.g/2024/pn jkt.sel serta mengkaji akibat hukum dari inkonsistensi tersebut. rumusan masalah penelitian ini adalah apakah pertimbangan hukum dalam kedua putusan telah menunjukkan konsistensi dan bagaimana akibat hukum dari pertimbangan hukum yang inkonsisten. penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. data diperoleh melalui studi kepustakaan, studi dokumen, dan wawancara dengan hakim, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum dalam kedua putusan belum konsisten. putusan nomor 168/pdt.g/2024/pn jkt.sel mengutamakan perlindungan hak pekerja berdasarkan hukum ketenagakerjaan, sedangkan putusan nomor 155/pdt.g/2024/pn jkt.sel lebih menitikberatkan pada keabsahan perjanjian berdasarkan kuhperdata. perbedaan tersebut menunjukkan disparitas penerapan hukum, khususnya dalam penerapan asas lex specialis derogat legi generali. akibatnya, meskipun kedua putusan tetap berkekuatan hukum mengikat, inkonsistensi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta mempengaruhi terwujudnya kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

I Inconsistency of judges\\\' legal considerations in breach of contract disputes related to non-disclosure agreements (nda) can create legal uncertainty, especially when cases with similar characteristics are decided based on different considerations. this study aims to analyze the consistency of the legal considerations of the panel of judges in decision number 168/pdt.g/2024/pn jkt.sel and decision number 155/pdt.g/2024/pn jkt.sel and examine the legal consequences of such inconsistencies. the formulation of the research problem is whether the legal considerations in both decisions have shown consistency and what are the legal consequences of inconsistent legal considerations. this research is a normative legal research that is descriptive analytical with a statutory, conceptual, and case approach. data were obtained through literature studies, document studies, and interviews with judges, then analyzed qualitatively using the deductive method. the results of the study indicate that the legal considerations in both decisions are not yet consistent. decision number 168/pdt.g/2024/pn jkt.sel prioritizes the protection of workers\\\' rights under labor law, while decision number 155/pdt.g/2024/pn jkt.sel places greater emphasis on the validity of agreements under the civil code. this difference demonstrates disparities in the application of the law, particularly in the application of the principle of lex specialis derogat legi generali. as a result, although both decisions remain legally binding, this inconsistency has the potential to create legal uncertainty and affect the realization of legal certainty, justice, and benefit.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?