DETAIL KOLEKSI

Keabsahan pembuktian pembatalan merek atas sengketa merek asing dengan merek lokal(studi putusan nomor 121/pdt-sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst)


Oleh : Alexander Markus Viktorio Markus Viktorio

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Ning Adiasih

Pembimbing 2 : Gandes Candra Kirana

Kata Kunci : Legal Evidence, Evidentiary Validity, Proof, Trademark Disputes

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002000334_Halaman-Judul.pdf 8
2. 2026_SK_SHK_010002000334_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002000334_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002000334_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002000334_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002000334_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002000334_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002000334_Bab-1.pdf 15
9. 2026_SK_SHK_010002000334_Bab-2.pdf 28
10. 2026_SK_SHK_010002000334_Bab-3.pdf 12
11. 2026_SK_SHK_010002000334_Bab-4.pdf 15
12. 2026_SK_SHK_010002000334_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SHK_010002000334_Daftar-Pustaka.pdf 5
14. 2026_SK_SHK_010002000334_Lampiran.pdf 50

S Sengketa perdata khususnya merek seringkali terjadi permasalahan khususnya dalam hal pembuktian dan alat bukti yang dihadirkan. hal ini sebagaimana terjadi pada putusan no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst. rumusan masalah penelitian ini pertama, bagaimana kesesuaian proses pembuktian pembatalan merek atas sengketa merek asing dengan merek lokal pada putusan putusan no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst? kedua, bagaimana keabsahan alat bukti dalam kasus pembatalan merek atas sengketa merek asing dengan merek lokal pada putusan no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst? metode penelitian yang digunakan ialah normatif yang bersifat deskriptif. pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. hasil penelitian ini yaitu pembatalan merek dalam putusan nomor 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst tidak sesuai dengan proses pembuktian acara perdata sebagaimana pasal 1865 kuhperdata dan pasal 164 hir karena tidak didukung oleh bukti yang cukup substansial untuk membuktikan itikad tidak baik dari tergugat. alat bukti yang dihadirkan dikategorikan sebagai alat bukti surat sesuai dengan pasal 1866 kuhperdata, pasal 164 hir, dan pasal 284 rbg namun keabsahannya bergantung pada proses pembuktian. keabsahan alat bukti dalam kasus pembatalan merek pada putusan nomor 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst meskipun sah secara administratif dan memenuhi sebagai alat bukti namun terbatas dalam menggambarkan persaingan merek asing dan lokal.

- -civil disputes, particularly trademark disputes, frequently involve specific challenges, especially in relation to the burden of proof and the admissibility of evidence presented before the court. this issue is reflected in decision no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst. this study addresses two main research questions: first, the conformity of the evidentiary process in trademark cancellation involving disputes between foreign and local trademarks as examined in decision no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst; and second, the validity of the evidence used in the trademark cancellation case concerning foreign and local trademark disputes in the same decision.the research employs a normative legal research method with a descriptive nature, using a statutory approach and a case approach. the results of this study indicate that the trademark cancellation in decision no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst does not conform to the civil procedural evidentiary process as stipulated in article 1865 of the indonesian civil code and article 164 of the hir, as it was not supported by sufficiently substantial evidence to prove the existence of bad faith on the part of the defendant. the evidence presented was classified as documentary evidence in accordance with article 1866 of the indonesian civil code, article 164 of the hir, and article 284 of the rbg; however, its validity depends on the evidentiary process applied. although the evidence in the trademark cancellation case under decision no. 121/pdt.sus-merek/2023/pn niaga.jkt.pst is administratively valid and fulfills the formal requirements as evidence, it remains limited in its ability to adequately illustrate competition between foreign and local trademarks.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?