Efektivitas antibakteri dan antibiofilm nanoenkapsulasi kitosan ekstrak metanol daun alstonia scholaris terhadap aggregatibacter actinomycetemcomitans
Penerbit : FKG - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ciptadhi Tri Oka Binartha
Kata Kunci : Aggregatibacter actinomycetemcomitans, antibacterial, antibiofilm, Alstonia scholaris, chitosan nano
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SIG_040002200024_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_SIG_040002200024_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SIG_040002200024_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SIG_040002200024_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SIG_040002200024_Lembar-Pengesahan.pdf | 2 | |
| 6. | 2026_SK_SIG_040002200024_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SIG_040002200024_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-5.pdf |
|
|
| 13. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-6.pdf |
|
|
| 14. | 2026_SK_SIG_040002200024_Bab-7.pdf | ||
| 15. | 2026_SK_SIG_040002200024_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 16. | 2026_SK_SIG_040002200024_Lampiran.pdf |
|
L Latar belakang: periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis destruktif jaringan periodontal yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan mulut yang signifikan. penyakit ini terutama disebabkan oleh bakteri patogen seperti aggregatibacter actinomycetemcomitans yang mampu membentuk biofilm sehingga sulit dieliminasi melalui terapi konvensional. penggunaan agen antibakteri seperti klorheksidin memiliki keterbatasan akibat efek samping dan rendahnya penetrasi ke dalam biofilm. alstonia scholaris merupakan tanaman herbal dengan potensi antibakteri dan antibiofilm, namun penggunaannya dalam bentuk ekstrak memiliki keterbatasan stabilitas dan bioavailabilitas. teknologi nanoenkapsulasi berbasis kitosan berpotensi meningkatkan efektivitas ekstrak melalui peningkatan stabilitas dan kemampuan penetrasi ke dalam biofilm.tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antibiofilm nanoenkapsulasi kitosan ekstrak metanol daun alstonia scholaris terhadap aggregatibacter actinomycetemcomitans serta membandingkannya dengan ekstrak tanpa enkapsulasi. metode: larutan uji terdiri atas nanoenkapsulasi dan ekstrak tanpa enkapsulasi pada konsentrasi 2.500–62,5 µg/ml, dengan klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. karakterisasi nanoenkapsulasi dilakukan menggunakan particle size analyzer. uji antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi dan perhitungan jumlah koloni, sedangkan uji antibiofilm menggunakan microtiter plate biofilm assay. hasil: nanoenkapsulasi memiliki ukuran partikel rata-rata 137,4 nm. nanoenkapsulasi menunjukkan penurunan jumlah koloni bakteri yang lebih signifikan dibandingkan ekstrak tanpa enkapsulasi dan tetap efektif hingga konsentrasi rendah. pada uji antibiofilm, nanoenkapsulasi menunjukkan persentase destruksi biofilm yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak, dengan efektivitas optimal pada konsentrasi 62,5 µg/ml yang sebanding dengan kitosan. kesimpulan: nanoenkapsulasi kitosan ekstrak metanol daun alstonia scholaris meningkatkan efektivitas antibakteri dan antibiofilm terhadap aggregatibacter actinomycetemcomitans dan berpotensi sebagai terapi pendukung periodontitis.
B Background: periodontitis is a chronic destructive inflammatory disease of periodontal tissues with increasing prevalence and remains a significant oral health problem. this disease is primarily caused by pathogenic bacteria such as aggregatibacter actinomycetemcomitans, which can form biofilms and are therefore difficult to eliminate using conventional therapies. the use of antibacterial agents such as chlorhexidine is limited by side effects and poor penetration into biofilms. alstonia scholaris is a medicinal plant with antibacterial and antibiofilm potential; however, its use in extract form is limited by stability and bioavailability. chitosan-based nanoencapsulation technology has the potential to enhance extract effectiveness by improving stability and penetration into biofilms.objective: this study aimed to evaluate the antibacterial and antibiofilm activities of chitosan nanoencapsulated methanolic extract of alstonia scholaris leaves against aggregatibacter actinomycetemcomitans and to compare them with those of the non-encapsulated extract. methods: the test solutions consisted of nanoencapsulated and non-encapsulated extracts at concentrations of 2,500–62.5 µg/ml, with 0.2% chlorhexidine as a positive control and distilled water as a negative control. nanoencapsulation characterization was performed using a particle size analyzer. antibacterial activity was evaluated using the microdilution method and colony count analysis, while antibiofilm activity was assessed using a microtiter plate biofilm assay. results: the nanoencapsulation showed an average particle size of 137.4 nm. the nanoencapsulated extract demonstrated a greater reduction in bacterial colony counts compared to the non-encapsulated extract and remained effective at low concentrations. in the antibiofilm assay, nanoencapsulation resulted in higher biofilm destruction percentages than the extract alone, with optimal effectiveness at a concentration of 62.5 µg/ml, comparable to chitosan. conclusion: chitosan nanoencapsulation of methanolic alstonia scholaris leaf extract enhances antibacterial and antibiofilm effectiveness against aggregatibacter actinomycetemcomitans and has potential as an adjunctive therapy for periodontitis.