DETAIL KOLEKSI

Hubungan sarkopenia dengan risiko fraktur pada lansia


Oleh : Callista Nadira Yubaitsa

Info Katalog

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Erica Kholinne

Kata Kunci : fracture risk, sarcopenia, elderly, handgrip strength, FRAX

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SKD_030002200039_Halaman-Judul.pdf 17
2. 0000_SK_SKD_030002200039_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 0000_SK_SKD_030002200039_Surat-Hasil-Similaritas.pdf
4. 0000_SK_SKD_030002200039_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 0000_SK_SKD_030002200039_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 0000_SK_SKD_030002200039_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SKD_030002200039_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-1.pdf 3
9. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-2.pdf 12
10. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-3.pdf 2
11. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-4.pdf 10
12. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-5.pdf 2
13. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-6.pdf 5
14. 2026_SK_SKD_030002200039_Bab-7.pdf 1
15. 2026_SK_SKD_030002200039_Daftar-Pustaka.pdf 3
16. 2026_SK_SKD_030002200039_Lampiran.pdf 15

A Abstrakhubungan sarkopenia dengan risiko fraktur pada lansialatar.belakangpermasalahan muskuloskelatal pada lansia merupakan tantangan besar bagipenyedia layanan kesehatan karena termasuk kelompok yang rentan. salah satumasaah yang seringkali tidak terdeteksi adalah fraktur, yang dapat menyebabkanpenurunan kualitas hidup akibat meningkatnya disabilitas, morbiditas danmortalitas. oleh karna itu, diperlukan upaya deteksi dan intervensi dini untukmencegah terjadinya fraktur pada lansia. sarkopenia merupakan salah satu aspekyang berkontribusi, karena berpengaruh terhadap instabilitas postural, penurunankeseimbangan, dan meningkatnya risiko jatuh. namun, hingga saat ini hubunganlangsung antara sarkopenia dan risiko fraktur pada lansia masih belum dapatdipastikan.metodepenelitian ini adalah studi analitik observasional dengan desain potong lintang.sebanyak 96 lansia dipilih menggunakan teknik consequtive sampling. risikofraktur dinilai menggunakan kuesioner frax untuk mengukur tingkat risikofraktur. status sarkopenia dinilai melalui handgrip strength berdasarkan kriteriaawgs 2019. analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakanuji fisher-freeman-halton exact test, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05.hasilmayoritas responden berada pada kategori possible sarcopenia (93,5%), sedangkan6,5% tidak mengalami sarkopenia. penilaian risiko fraktur menunjukkan sebagianbesar responden berada pada kategori risiko fraktur rendah. hasil uji statistikmenunjukkan nilai p = 0,791, sehingga tidak terdapat hubungan bermakna antarasarkopenia dan risiko fraktur pada lansia di panti sosial tresna werdha budi mulia2.kesimpulantidak ditemukan hubungan yang signifikan antara sarkopenia dan risiko frakturpada lansia.kata kunci: risiko fraktur, sarkopenia, lansia, handgrip strength, frax

A Abstractthe relationship between sarcopenia and fracture risk in elderlybackgroundmusculoskelatal problems in the elderly pose a significant challenge for healthcareproviders, as they constitute a vulnerable group. fractures are often undetected,leading to a reduced quality of life due to increased disability, morbidity, andmortality. therefore, early detection and intervention are essential to preventfractures in the elderly. sarcopenia is a contributing factor, as it affects posturalinstability, decreased balance, and increases the risk of falls. however, a direct linkbetween sarcopenia and fracture risk in the elderly remains uncertain.methodsthis analytical observational study used a cross-sectional design. a total of 96 olderadults were selected using consecutive sampling. fracture risk was assessed usingthe frax questionnaire. sarcopenia status was measured using handgrip strengthcircumference based on awgs 2019 criteria. data were analyzed using univariateand bivariate analysis with fisher-freeman-halton exact test, with a significancelevel of p < 0.05.resultsmost respondents were categorized as possible sarcopenia (93.5%), while 6.5% hadno sarcopenia. fracture risk assessment showed that most respondents were in thelow-risk category. statistical analysis yielded a p-value = 0.791, indicating nosignificant relationship between sarcopenia and fracture risk in older adults attresna werdha budi mulia 2 social institution.conclusionthis study found no significant relationship between sarcopenia and fracture risk inolder adults.keywords: fracture risk, sarcopenia, elderly, handgrip strength, frax

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?