DETAIL KOLEKSI

Penentuan zona prospek melalui analisis sifat fisik batuan pada lapangan ej


Oleh : Elvira Joana De Wanna

Info Katalog

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Samsol

Pembimbing 2 : Sigit Rahmawan

Kata Kunci : Effective Porosity; Petrophysics; Prospective Zone; Shale Volume; Water Saturation

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_STP_071002100014_Halaman-Judul.pdf 11
2. 2026_SK_STP_071002100014_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_STP_071002100014_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_STP_071002100014_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_STP_071002100014_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_STP_071002100014_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_STP_071002100014_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_STP_071002100014_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_STP_071002100014_Bab-2.pdf
10. 2026_SK_STP_071002100014_Bab-3.pdf
11. 2026_SK_STP_071002100014_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_STP_071002100014_Bab-5.pdf 1
13. 2026_SK_STP_071002100014_Daftar-Pustaka.pdf 2
14. 2026_SK_STP_071002100014_Lampiran.pdf

P Penentuan zona prospek hidrokarbon merupakan tahapan penting dalam evaluasi reservoir karena berperan langsung dalam pengambilan keputusan eksplorasi dan pengembangan lapangan. penelitian ini bertujuan untuk menentukan zona prospek hidrokarbon pada lapangan ej melalui analisis sifat fisik batuan berdasarkan data log sumur. analisis difokuskan pada dua sumur, yaitu sumur ra-1 dan sumur ra-2, dengan memanfaatkan data log gamma ray, resistivitas, neutron, dan densitas yang diolah menggunakan perangkat lunak interactive petrophysics. parameter petrofisika utama yang dianalisis meliputi volume shale (vsh), porositas efektif (phie), permeabilitas, resistivitas, saturasi air (sw), serta penerapan nilai cut-off untuk menentukan net reservoir dan net pay.tahapan analisis diawali dengan analisis kualitatif menggunakan triple combo log untuk mengidentifikasi interval kedalaman yang berpotensi sebagai zona prospek. hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa zona prospek pada lapangan ej berada pada interval kedalaman sekitar 1000–1136,9 m dan 1911,8– 1996,9 m, yang ditandai oleh nilai gamma ray relatif rendah, resistivitas relatif tinggi, serta respon porositas yang cukup baik. interval ini selanjutnya dianalisis secara kuantitatif untuk memperoleh karakteristik petrofisika yang lebih detail.evaluasi volume shale dilakukan menggunakan respon log gamma ray dan dianalisis melalui histogram gamma ray untuk menentukan nilai minimum dan maksimum sebagai dasar perhitungan. hasil analisis menunjukkan bahwa sumur ra-1 memiliki nilai volume shale rata-rata yang lebih tinggi dan diklasifikasikan sebagai reservoir bertipe shaly sand dengan kualitas sedang. sebaliknya, sumur ra-2 menunjukkan nilai volume shale yang lebih rendah dan didominasi oleh litologi clean sand, yang mengindikasikan kualitas reservoir yang lebih baik dibandingkan sumur ra-1. perbedaan karakteristik ini mencerminkan variasi litologi dan tingkat heterogenitas batuan antar sumur.analisis porositas dilakukan dengan memanfaatkan log neutron dan densitas, kemudian dikoreksi terhadap kandungan shale untuk memperoleh porositas efektif. distribusi nilai phie dianalisis menggunakan histogram, yang menunjukkan bahwa kedua sumur memiliki porositas efektif pada kisaran sedang. sumur ra-1 menunjukkan sebaran porositas yang relatif lebih homogen, sedangkan sumur ra-2 memiliki variasi porositas yang lebih besar dengan beberapa interval menunjukkan kualitas porositas yang lebih baik. permeabilitas dihitung menggunakan metode timur dan menunjukkan bahwa sumur ra-2 memiliki nilaipermeabilitas rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan sumur ra-1, sehingga berpotensi memiliki kemampuan alir fluida yang lebih baik.analisis resistivitas dilakukan untuk mengevaluasi karakter fluida pengisi pori, yang dilanjutkan dengan penentuan resistivitas air formasi (rw) menggunakan pendekatan plot silang antara resistivitas dan porositas. selanjutnya, saturasi air dihitung menggunakan persamaan archie. hasil analisis menunjukkan bahwa sumur ra-1 memiliki nilai saturasi air yang relatif lebih rendah dibandingkan sumur ra-2 pada beberapa interval, yang mengindikasikan potensi keberadaan hidrokarbon yang lebih baik pada interval tertentu. namun demikian, penerapan nilai cut-off porositas, volume shale, dan saturasi air menunjukkan bahwa tidak seluruh interval prospek awal memenuhi kriteria sebagai zona produktif.berdasarkan hasil reservoir summary dan pay results, sumur ra-1 menunjukkan ketebalan net pay yang terbatas dengan kualitas reservoir sedang, sedangkan sumur ra-2 memiliki net pay yang sangat terbatas dan hanya teridentifikasi pada satu interval dengan ketebalan kecil. perbedaan antara zona prospek awal hasil analisis kualitatif dan hasil akhir reservoir results menunjukkan bahwa proses penyaringan melalui analisis petrofisika dan cut-off sangat penting untuk menghasilkan evaluasi zona prospek yang lebih realistis dan representatif. secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi analisis kualitatif dan kuantitatif sifat fisik batuan mampu memberikan gambaran yang komprehensif dalam penentuan zona prospek hidrokarbon di lapangan ej.

T The determination of hydrocarbon prospective zones is a crucial stage in reservoir evaluation, as it directly influences exploration and field development decisions. this study aims to identify hydrocarbon prospective zones in the ej field through the analysis of rock physical properties based on well log data. the analysis focuses on two wells, namely ra-1 and ra-2, utilizing gamma ray, resistivity, neutron, and density log data processed using interactive petrophysics software. the main petrophysical parameters analyzed include shale volume (vsh), effective porosity (phie), permeability, resistivity, water saturation (sw), and the application of cut-off values to determine net reservoir and net pay.the analysis begins with a qualitative evaluation using triple combo logs to identify depth intervals with potential hydrocarbon prospects. the qualitative results indicate that prospective zones in the ej field are located at depth intervals of approximately 1000–1136.9 m and 1911.8–1996.9 m, characterized by relatively low gamma ray values, relatively high resistivity, and favorable porosity responses. these intervals are subsequently analyzed quantitatively to obtain more detailed petrophysical characteristics.shale volume evaluation is conducted using gamma ray log responses and analyzed through gamma ray histograms to determine minimum and maximum values as the basis for calculation. the results show that well ra-1 has a higher average shale volume and is classified as a shaly sand reservoir with moderate quality. in contrast, well ra-2 exhibits lower shale volume values and is dominated by clean sand lithology, indicating better reservoir quality compared to well ra-1. these differences reflect lithological variation and reservoir heterogeneity between the wells.porosity analysis is performed using neutron and density logs, followed by shale correction to obtain effective porosity. the phie distribution is analyzed using histograms, which show that both wells have effective porosity values within a moderate range. well ra-1 displays a relatively homogeneous porosity distribution, whereas well ra-2 shows greater porosity variability with several intervals indicating better porosity quality. permeability is calculated using the timur method, and the results indicate that well ra-2 has a higher average permeability than well ra-1, suggesting better fluid flow capacity.resistivity analysis is conducted to evaluate the pore-filling fluid characteristics, followed by the determination of formation water resistivity (rw) using a cross-plot approach between resistivity and porosity. subsequently, water saturation is calculated using archie’s equation. the results show that well ra-1 has relatively lower water saturation values compared to well ra-2 in several intervals, indicating better hydrocarbon potential in specific zones. however, the application of porosity, shale volume, and water saturation cut-off values reveals that not all initially identified prospective intervals meet the criteria to be classified as productive zones.based on the reservoir summary and pay results, well ra-1 exhibits limited net pay thickness with moderate reservoir quality, while well ra-2 has very limited net pay, identified only within a single thin interval. the discrepancy between the initial prospective zones identified from qualitative analysis and the final reservoir results demonstrates that filtering through detailed petrophysical analysis and cut- off application is essential to produce a more realistic and representative evaluation of hydrocarbon prospects. overall, this study shows that the integration of qualitative and quantitative petrophysical analyses provides a comprehensive assessment for determining hydrocarbon prospective zones in the ej field.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?