DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan tata letak pabrik dengan menggunakan program sa craft di PT. Dwi Suasana Jaya Bandung


Oleh : Joyce Indriani

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Pembimbing 2 : Iveline Anne Marie

Subyek : Inventory control;Industrial management;Production control

Kata Kunci : factory layout, sa craft program, PT. Dwi Suasana Jaya Bandung

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 1999_TA_STI_06395166_Halaman-Judul.pdf 15
2. 1999_TA_STI_06395166_Lembar-Pengesahan.pdf 3
3. 1999_TA_STI_06395166_Bab-1_Lampiran.pdf 6
4. 1999_TA_STI_06395166_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 1999_TA_STI_06395166_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 1999_TA_STI_06395166_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 1999_TA_STI_06395166_Bab-5_Pengolahan-Data-dan-Analisa.pdf
8. 1999_TA_STI_06395166_Bab-6_Kesimpulan-dan-Saran.pdf 3
9. 1999_TA_STI_06395166_Daftar-Pustaka.pdf 1
10. 1999_TA_STI_06395166_Lampiran.pdf

P PT Dwi Suasana Jaya cabang Bandung (PT DSJ) adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan perlengkapan tidur, seperti kasur busa, kasur pegas, spring bed standar, dan spring bed two in one. Perusahaan ini terletak di Jl. Panyileukan Raya, daerah Soekarno Hata, Bandung. Kegiatan produksi yang dilakukan PT DSJ berdasarkan pesanan dari agen maupun toko.Saat ini PT DSJ ingin memperbaiki tata letak pabrik khususnya ruang produksi dan gudang karena dipandang bahwa tata letak yang sekarang sudah tidak efektif lagi. Hal ini disebabkan ruang produksi yang terpisah menjadi dua lokasi yang berbeda. Ketika PT DSJ membeli sebidang tanah di seberang lokasi lama, perusahaan memindahkan dua stasiun kerja ke lokasi baru., padahal masing-masing stasiun kerja ini mempunyai hubungan ketergantungan dengan stasiun kerja lain yang ada di lokasi lama. Perbedaan lokasi ini menyebabkan jarak perpindahan material sernakin besar dan tidak memungkinkan menggunakan cara manual atau dengan trolly akibatnya biaya penanganan material menjadi besar karena harus memperhitungkan depresiasi truk, harga bahan bakar, dan upah sopir.Sebagai langkah awal dalam perbaikan adalah melakukan perhitungan waktu baku untuk produk kasur busa retsleting, kasur busa quilting, kasur pegas, sprig bed standar, dan spring bed two in one. Setelah itu dilakukan perhitungan routing sheet untuk mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan pada tata letak baru. Selanjutnya dihitung luas lantai untuk ruang produksi dan gudang yang didapat hasilnya adalah luas lantai ruang produksi = 1269 m2, GBB-1 = 345,6 m2, GBB-2 = 52 m2, GBB-3 = 96 m2, GBP = 180 m2, GBJ-1 = 101,44 m2, GBJ-2 = 104,95m2. Perhitungan luas lantai bertujuan untuk mengetahui apakah area pada lokasi lama mencukupi bila semua kegiatan produksi dijadikan satu. Pada lokasi lama, area yang tersedia seluas 2544m2 sedangkan kebutuhan area untuk perbaikan adalah 2149 m . Biaya penanganan material untuk tata letak lama sebesar Rp. 67.098,12 / hari dan jarak perpindahan material sejauh 2068 m / hari.Setelah dilakukan perhitungan baik secara manual maupun dengan menggunakan program SA CRAFT, diperoleh dua alternatif tata letak usulan, yaitu : 1. Alternatif I berdasarkan perhitungan manual, diperoleh biaya MHPS Rp. 21.791,92 / hari dengan jarak perpindahan material 1500 m / hari. 2. Alternatif II berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program SA CRAFT yang telah disesuaikan , diperoleh biaya MHPS = Rp. 21.946 / hari dengan jarak perpindahan material perhari 1537 meter.Pada tata letak usulan untuk kedua alternatif ini, lokasi pabrik lama digunakan sepenuhnya untuk kegiatan produksi dan pergudangan sedangkan untuk lokasi baru digunakan untuk kantor, ruang simpan truk, dan rencana pembangunan ruang pamer.

P PT Dwi Suasana Jaya, Bandung branch (PT DSJ), is a company engaged in the manufacture of bedding, such as foam mattresses, spring mattresses, standard spring beds, and two-in-one spring beds. The company is located on Jl. Panyileukan Raya, Soekarno-Hatta, Bandung. PT DSJ's production activities are based on orders from agents and stores.Currently, PT DSJ is looking to improve its factory layout, particularly its production and warehouse space, as it deems the current layout ineffective. This is due to the production space being separated into two separate locations. When PT DSJ purchased land across from its old location, the company relocated two work stations to the new location, even though each work station was dependent on the other work station at the old location. This difference in location increases the distance for moving materials, making manual or trolley operations impossible. Consequently, material handling costs increase due to the need to account for truck depreciation, fuel costs, and driver wages.The initial step in the improvement was to calculate the standard time for zippered foam mattresses, quilted foam mattresses, spring mattresses, standard spring beds, and two-in-one spring beds. After that, a routing sheet calculation was performed to determine the number of machines needed for the new layout. Next, the floor area for the production and warehouse space was calculated. The results were: production space floor area = 1269 m2, GBB-1 = 345.6 m2, GBB-2 = 52 m2, GBB-3 = 96 m2, GBP = 180 m2, GBJ-1 = 101.44 m2, GBJ-2 = 104.95 m2. The floor area calculation aimed to determine whether the area at the old location was sufficient if all production activities were combined. At the old location, the available area was 2544 m2, while the area required for the improvement was 2149 m2. The material handling cost for the old layout was Rp. 67,098.12 / day and the material movement distance was 2068 m / day.After calculations, both manually and using the SA CRAFT program, two alternative proposed layouts were obtained: 1. Alternative I, based on manual calculations, obtained an MHPS cost of Rp. 21,791.92/day with a material movement distance of 1,500 m/day. 2. Alternative II, based on calculations using the adjusted SA CRAFT program, obtained an MHPS cost of Rp. 21,946/day with a material movement distance of 1,537 meters per day.In the proposed layouts for these two alternatives, the old factory site is used entirely for production and warehousing activities, while the new site is used for offices, truck storage space, and the planned construction of a showroom.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?