DETAIL KOLEKSI

Pengaruh larutan chlorhexidine gluconate 2,0% dan sodium hypochlorite 5,25% pada saluran akar terhadap enterococcus faecalis


Oleh : Citra Kasuma

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.692 CIT p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Yayuk Yuliarsi

Subyek : Prosthodontics

Kata Kunci : Streptococcus, Enterococcus faecalis, chlorhexidine gluconate, sodium hypochlorite

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_KG_04000039_Halaman-judul.pdf
2. 2004_TA_KG_04000039_Lembar-pengesahan.pdf
3. 2004_TA_KG_04000039_Bab-1-Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_KG_04000039_Bab-2-Tinajuan-pustaka.pdf
5. 2004_TA_KG_04000039_Bab-3-Pembahasan.pdf
6. 2004_TA_KG_04000039_Bab-4-Kesimpulan-dan-saran.pdf
7. 2004_TA_KG_04000039_Daftar-pustaka.pdf

I Infeksi yang menetap dalam saluran akar dan daerah periapikalmerupakan sumber permasalahan pada endodontik. Disinfeksi yang tidaksempurna pada saluran akar yang terinfeksi dan lesi periapikal dapatmenyebabkan tejadinya infeksi terus menerus. Kegagalan dalamperawatan saluran akar dapat dihubungkan dengan adanya bakteri yangterdapat di dalam saluran akar dan jaringan periapikal. Beberapapenelitian telah menunjukan bahwa, bakteri Enterococcus faecalis didalam saluran akar yang terinfeksi dan tubulus dentin, dapat menjadisumber infeksi ulang. Untuk mencegah adanya infeksi ulang padaperawatan saluran akar, sangat penting untuk melakukan disinfeksi padaruang pulpa dan tubulus dentin secara menyeluruh dengan larutan irigasi.Saat ini banyak larutan irigasi yang beredar, diantaranya adalah Sodiumhypochlorite dan Chlorhexidine gluconate. Kedua larutan ini memiliki sifatantimikrobial yang sama efektif, sehingga dapat membunuh Enterococcusfaecalis dalam saluran akar yang terinfeksi. Keuntungan Chlorhexidinegluconate adalah relatif tidak toksik dan memiliki sifat spektrum luasterhadap bakteri. Sodium hypochlorite merupakan larutan irigasi pilihanuntuk disinfeksi karena dapat melarutkan jaringan pulpa nekrotik,sehingga Enterococcus faecalis yang ada di dalam saluran akar akanmengalami pengrusakan. Dengan rusaknya sel-sel Enterococcus faecalisinfeksi ulang pada perawatan saluran akar dapat dicegah.

P Persistent infection within the root canal and periapical area is a source ofconcern in endodontics. Incomplete disinfections of the infected root canaland associated periapical lesion can lead to persistence of the infection.Failure of root canal treatment i s attributed to viable bacteria that existswithin the root canal and periapical system. Research has performed thatEnterococcus faecalis from infected root canal and dentinal tubules can bea source of reinfection. To prevent reinfection of a treated root canal, it isimportant to disinfect the pulp space and dentinal tubules thoroughly withan endodontic irrigant. Sodium hypochlorite and Chlorhexidine gluconatehas been used until now. Both of these irrigants solution are equallyeffective as antimicrobial agent, so these irrigant can eliminateEnterococcus faecalis that infected root canal. The possible advantages ofChlorhexidine gluconate are the relative absence of toxicity and broadspectrum antibacterial agent. Sodium hypochlorite is the current irrigant ofchoice for disinfection, cause it can dissolve necrotic pulp tissue, soEnterococcus faecalis which infected the root canal system will bedestructed. The destruction of Enterococcus faecalis cells can preventreinfection of root canal treatment.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?