DETAIL KOLEKSI

Pengembangan model penjadwalan mesin shifting bottleneck heuristic pada kondisi mesin paralel dan keter batasan dies untuk meminimasi makespan di lini press sub bisnis unit (SBU) III PT. Dharma Polimetal


Oleh : Limino

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Inten Tejaasih

Pembimbing 2 : Rosfianjah R

Subyek : Production scheduling;Machine - Engine scheduling;Industrial engineering

Kata Kunci : machine scheduling, shifting bottleneck heuristic, parallel machine conditions, die limitations, min

Status Posting : Published

Status : Tidak Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2003_TA_STI_06399347_Halaman-Judul.pdf
2. 2003_TA_STI_06399347_Lembar-Pengesahan.pdf
3. 2003_TA_STI_06399347_Bab-1_Pendahuluan.pdf
4. 2003_TA_STI_06399347_Bab-2_Landasan-Teori.pdf
5. 2003_TA_STI_06399347_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf
6. 2003_TA_STI_06399347_Bab-4_Pengumpulan-Data.pdf
7. 2003_TA_STI_06399347_Bab-5_Pemilihan-dan-Pengembangan-Model.pdf
8. 2003_TA_STI_06399347_Bab-6_Pengujian-Model.pdf
9. 2003_TA_STI_06399347_Bab-7_Perancangan-dan-Pengujian-Model.pdf
10. 2003_TA_STI_06399347_Bab-8_Implementasi-dan-Analisa.pdf
11. 2003_TA_STI_06399347_Daftar-Pustaka.pdf
12. 2003_TA_STI_06399347_Lampiran.pdf

P Perkembangan kendaraan bermotor pada saat ini sangat berkembang pesat, dengan meningkatnya produk kendaraan bennotor berarti pelayanan akan kebutuhan komponen-komponen motor ini juga harus dapat tersedia dengan mudah. Sejalan dengan perkembangan ini maka PT. Dharma Polimetal yang terbagi pada empat sub bisnis unit (SBU) dimana pada sub bisnis unit III ini sebagai supplier komponen-komponen kendaraan motor berusaha memenuhi permintaan customer dan juga melakukan aktivitas yang bersifat job shop. Pada saat ini lini press PT. Dharma Polimetal SBU III masih mengalami masalah dalam hal pemenuhan kebutuhan customer. Hal ini disebabkan karena masih berdasarkan pengalaman dan pola perhitungan manual, belum adanya suatu sistem penjadwalan mesin — mesin yang teratur dan benar yang dapat memenuhi tujuan perusahaan yaitu minimasi makespan yang juga berarti meningkatkan utilisasi mesin secara tidak langsung. Oleh sebab itu diusulkan untuk mengganti sistem penjadwalan mesin yang belum benar dan teratur dengan menggunakan sistem penjadwalan Shifting Bottleneck Heuristic dengan tujuan untuk minimasi makespan. Namun dari penelitian yang telah dilakukan diketahui, bahwa algoritma penjadwalan dengan prosedur Shifting Bottleneck Heuristic yang ada belum mampu diterapkan secara langsung pada lantai produksi lini press SBU III PT. Dharma Polimetal. Hal ini terjadi karena jumlah mesin yang sejenis lebih dari satu akan tetapi diesnya (hanya ada sate buah tiap proses per order per mesin) tidak sebanyak jumlah mesin paralel, sehingga perlu dilakukan modifikasi dan pengembangan dari algoritma utama yang ada. Pengembangan algoritma ini dilakukan agar dapat digunakan untuk jumlah mesin paralel dengan menyelesaikan sebagai mesin tunggal non preemptive, dan keterbatasan dies yang tidak sebanyak mesin paralel. Pengembangan ini dilakukan untuk membagi beban yang merata ke jumlah mesin paralel dengan keterbatasan dies. Selain itu juga dilakukan pengembangkan prosedur penjadwalan ulang dengan berdasarkan Shifting Bottleneck Heuristic untuk mesin rusak dan order sisipan dengan memperhatikan jumlah mesin. Di samping itu dikembangkan prosedur penjadwalan ulang ulang untuk dies rusak. Untuk melihat performansi basil penjadwalan mesin yang diusulkan, maka dibandingkan antara hasil penjadwalan perusahaan dengan hasil hasil penjadwalan menggunakan metode Shifting Bottleneck Heuristic. Makespan di lini press SBU III PT. Dharma Polimetal yang semula sebesar 1780 menit mengalami penurunan menjadi 1571.8 menit, berarti terjadi penghematan waktu sebesar 208.2 menit (11.70 %). Dengan adanya penghematan tersebut berarti perusahaan dapat menggunakan mesin — mesin untuk mengerjakan order order lainnya sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang berarti juga meningkatkan pendapatan perusahaan. Selain itu perusahaan juga dapat menghemat biaya produksi. Dan perbandingan nilai makespan tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil penjadwalan mesin yang menggunakan metode shifting Bottleneck Heuristic mampu memenuhi tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu meminimasi makespan.

T The development of motorized vehicles is currently growing very rapidly, with the increase in motorcycle products meaning that services for the needs of these motorcycle components must also be easily available. In line with this development, PT. Dharma Polimetal is divided into four sub-business units (SBU) where in sub-business unit III as a supplier of motorcycle components tries to fulfill customer demand and also carries out job shop activities. Currently the press line of PT. Dharma Polimetal SBU III is still experiencing problems in terms of fulfilling customer needs. This is because it is still based on experience and manual calculation patterns, there is no regular and correct machine scheduling system that can meet the company's goals, namely minimizing makespan which also means increasing machine utilization indirectly. Therefore, it is proposed to replace the machine scheduling system that is not correct and regular by using the Shifting Bottleneck Heuristic scheduling system with the aim of minimizing makespan. However, from the research that has been done, it is known that the scheduling algorithm with the existing Shifting Bottleneck Heuristic procedure has not been able to be applied directly on the production floor of the SBU III press line of PT. Dharma Polimetal. This occurs because the number of similar machines is more than one but the dies (there are only fruit satay per process per order per machine) are not as many as the number of parallel machines, so it is necessary to modify and develop the existing main algorithm. This algorithm development is carried out so that it can be used for the number of parallel machines by completing as a single non-preemptive machine, and the limitations of dies that are not as many as parallel machines. This development is done to divide the load evenly to the number of parallel machines with limited dies. In addition, a rescheduling procedure is also developed based on the Shifting Bottleneck Heuristic for damaged machines and insert orders by considering the number of machines. In addition, a rescheduling procedure is developed for damaged dies. To see the performance of the proposed machine scheduling results, the company's scheduling results are compared with the scheduling results using the Shifting Bottleneck Heuristic method. The makespan in the SBU III press line of PT. Dharma Polimetal which was originally 1780 minutes has decreased to 1571.8 minutes, meaning there is a time saving of 208.2 minutes (11.70%). These savings mean the company can use its machines to process other orders, increasing production output and, consequently, revenue. Furthermore, the company can save on production costs. By comparing the makespan values ​​above, it can be concluded that the machine scheduling using the Shifting Bottleneck Heuristic method is able to meet the company's goal of minimizing makespan.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?