DETAIL KOLEKSI

Epilepsi pada anak dan hubungannya dengan kedokteran gigi


Oleh : Mike Kartikasari

Info Katalog

Nomor Panggil : 617.645 MIK e

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Fatimah Boenjamin

Pembimbing 2 : Liane Andajani

Subyek : Pedodontics

Kata Kunci : epilepsy, seizures, gingival hyperplasia

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2004_TA_KG_04000183_Halaman-judul.pdf
2. 2004_TA_KG_04000183_Lembar-pengesahan.pdf
3. 2004_TA_KG_04000183_Bab-1-Pendahuluan.pdf
4. 2004_TA_KG_04000183_Bab-2-Tinjauan-pustaka.pdf
5. 2004_TA_KG_04000183_Bab-3-Pembahasan.pdf
6. 2004_TA_KG_04000183_Bab-4-Kesimpulan-dan-saran.pdf 2
7. 2004_TA_KG_04000183_Daftar-pustaka.pdf

E Epilepsi adalah kumpulan gejala yang kompleks dengan cirihilangnya atau terjadinya gangguan kesadaran yang hebat danrekuren, biasanya disertai spasme otot tonik-klonik bergantian atautingkah laku abnormal lainnya. Jika penyebab kejang tidak ditemukan,pasien dikatakan mengalami epilepsi idiopatik atau kriptogenik, namunjika terlihat kelainan di otak, disebut sebagai epilepsi organik atausimtomatik. Prevalensi epilepsi di negara industri diperkirakan antara6—8 per 1000 penduduk. Insidens epilepsi paling tinggi terjadi padabayi, kemudian pada masa anak dan pubertas, dan yang terakhir padaorang dewasa. Serangan pertama pada epilepsi organik biasanyatimbul saat anak berusia 3—18 bulan, sedangkan pada epilepsiidiopatik serangan pertama timbul saat anak berusia 4—16 tahun.Masalah utama pada anak yang menderita epilepsi adalah hiperplasiagingiva dan terjadinya serangan kejang saat perawatan rongga mulut.Dokter gigi harus tenang saat menghadapi pasien epilepsi yangmengalami kejang saat perawatan. Difenilhidantoin atau biasa disebutdilantin atau fenitoin, obat yang biasa dipakai dalam mengontrol kejangdapat memberikan efek samping terjadinya hiperplasia gingiva.Perawatan hiperplasia gingiva tergantung pada keparahan hiperplasia.Jika gingiva lunak, dapat diatasi dengan skaling, kuretase, pemijatangingiva, dan kontrol plak secara teratur. Apabila hiperplasia gingivasudah parah mungkin diperlukan prosedur gingivektomi.

E Epilepsy is a variable symptom complex characterized by recurrent,paroxysmal attacks of unconsciousness or impaired consciousness,usually with a succession of tonic or clonic muscular spasms or otherabnormal behavior. If a cause of the patient’s seizures cannot be found, itis called idiopathic or cryptogenic epilepsy, if a cerebral abnormality isfound, it is called organic or symptomatic epilepsy. Prevalency of epilepsyin industrial country is estimated 6—8 per 1000 civilian. The incidence ishighest in the new born period and higher in childhood than in iater life.The organic epilepsy most often appears in children aged 3—18 months,whereas the idiopatic epilepsy mostly occurs between aged 4—16 years.The major problems with epileptic children is gingival enlargement and theprecipitation of a seizure in the surgery. Dentists should be calm inmanaging epileptic patient who have seizures in the surgery. One of themost frequently drug used in the treatment of epilepsy is Diphenylhydantoinsodium (Dilantin, Fenitoin). Unfortunately, approximatelyone-half of patients receiving this drug develop a fibrous gingivaihyperplasia. The treatment of gingival hyperplasia depends upon itsseverity. If hyperplasia is moderate, it may be controlled by scaling,curettage, gingival massages and plaque control intensively. If gingivalhyperplasia is severe, gingivectomy procedures might be needed.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?