Armchair sebagai media edukasi budaya motif tenun tanimbar untuk perpustakaan erasmus huis
Penerbit : FSRD - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ariani
Pembimbing 2 : Anita Armas
Kata Kunci : armchair, cultural, education, ergonomics, Erasmus Huis, library, sustainability, Tanimbar weaving.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SDP_091202200003_Halaman-Judul.pdf | 111 |
|
| 2. | 2026_SK_SDP_091202200003_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SDP_091202200003_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SDP_091202200003_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SDP_091202200003_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SDP_091202200003_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SDP_091202200003_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-1.pdf | 9 | |
| 9. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-2.pdf | 21 |
|
| 10. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-3.pdf | 21 |
|
| 11. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-4.pdf | 10 |
|
| 12. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-5.pdf | 44 |
|
| 13. | 2026_SK_SDP_091202200003_Bab-6.pdf | 3 | |
| 14. | 2026_SK_SDP_091202200003_Daftar-Pustaka.pdf | 5 | |
| 15. | 2026_SK_SDP_091202200003_Lampiran.pdf | 11 |
|
P Perancangan ini bertujuan menghasilkan armchair multifungsi sebagai media edukasi budaya motif tenun tanimbar di perpustakaan erasmus huis. latar belakang penelitian didasarkan pada menurunnya eksposur tenun tanimbar, berkembangnya perpustakaan sebagai third space bagi generasi z, serta kebutuhan furnitur yang mendukung aktivitas membaca secara nyaman sekaligus bermakna. metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan netnografi, kemudian dikembangkan menggunakan metode perancangan bruce archer. hasil perancangan berupa kursi baca bernama tenlees yang mengintegrasikan filosofi motif lelemuku, tunis, dan ulerati secara tangible maupun intangible melalui bentuk, warna, serta pengalaman penggunaan. produk dilengkapi fitur book holder dan bag holder, dengan mekanisme meja lipat untuk meningkatkan fungsionalitas. pendekatan ergonomi diterapkan berdasarkan data antropometri agar memberikan kenyamanan membaca dalam durasi panjang. material berkelanjutan seperti karuun® dan kain rpet dipilih untuk mendukung prinsip keberlanjutan serta tujuan sdgs no 9 dan 12. perancangan ini menunjukkan bahwa furnitur tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mampu menjadi media pelestarian budaya, memperkaya pengalaman pengguna, dan memperkenalkan identitas tenun tanimbar kepada masyarakat luas secara berkelanjutan.
T This design project aims to develop a multifunctional armchair as a cultural education medium for tanimbar woven motifs at the erasmus huis library. the project was motivated by the declining public exposure of tanimbar weaving, the growing role of libraries as third spaces for generation z, and the need for furniture that supports comfortable and meaningful reading activities. a qualitative research approach was employed through literature review, observation, interviews, and netnography, followed by the bruce archer design methodology. the resulting product, named tenlees, integrates the philosophical values of the lelemuku, tunis, and ulerati motifs through tangible and intangible design elements, including form, color, and user experience. the chair incorporates a book holder, bag holder, and a folding table mechanism to enhance functionality. ergonomic principles based on anthropometric data were applied to ensure comfort during prolonged reading sessions. sustainable materials, including karuun® and recycled pet fabric, were selected to support sustainability principles and the sustainable development goals number 9 and 12. the project demonstrates that furniture can fulfill functional needs while preserving cultural heritage, enriching user experience, and introducing tanimbar weaving identity to wider communities sustainably.