Penerapan vicarious liability terhadap tindak pidana yang dilakukan desk collection pinjaman online (putusan nomor 438/pid.sus/2020/pn.jkt. utr)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Andi Widiatno
Kata Kunci : Corporate Criminal Liability, Illegal Online Loans, Misuse of Personal Data, Vicarious Liability, De
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100405_Halaman-Judul.pdf | 8 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100405_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100405_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100405_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100405_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100405_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100405_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100405_Bab-1.pdf | 20 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100405_Bab-2.pdf | 45 |
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100405_Bab-3.pdf | 13 |
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100405_Bab-4.pdf | 7 |
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100405_Bab-5.pdf | 1 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100405_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100405_Lampiran.pdf |
|
P Perkembangan teknologi informasi mendorong meningkatnya layanan pinjaman online, termasuk pinjaman online ilegal yang dalam praktiknya kerap melakukan penyalahgunaan data pribadi melalui tindakan penagihan yang melanggar hukum. salah satu bentuk pelanggaran tersebut dilakukan oleh desk collection yang bertindak atas nama korporasi,sehingga menimbulkan persoalan mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi. penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai bagaimana penerapan vicarious liability dalam pertanggungjawaban pidana korporasi atas tindak pidana penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan oleh desk collection pada korporasi pinjaman online ilegal, serta bagaimana penerapannya dalam putusan no.438/pid.sus/2020/pn jkt utr. tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan penerapan vicarious liability dalam pertanggungjawaban pidana korporasi pinjaman online ilegal serta menilai penerapanya dalam praktik peradilan. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis, melalui studi studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan yang relevan. hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas perbuatan desk collection yang dilakukan dalam lingkup pekerjaan dan keuntungan korporasi. namun, dalam putusan no.438/pid.sus/2020/pn jkt utr, penerapan vicarious liability belum diterapkan secara optimal karena pertanggungjawaban pidana hanya dibebankan kepada pelaku perorangan. oleh karena itu, disarankan agar aparat penegak hukum lebih progresif dalam mengonstruksikan dakwaan yang melibatkan korporasi serta bagi hakim agar tidak hanya terpaku pada paradigma hukum klasik demi menciptakan efek jera. selain itu, ojk perlu memperketat pengawasan dan standarisasi sistem.
T The development of information technology is driving the growth of online loan services, including illegal online loans that often misuse personal data through illegal debt collection practices. one form of this violation is carried out by a collection desk acting on behalf of a corporation, creating issues regarding corporate criminal liability. this study addresses the problem of how vicarious liability is applied in corporate criminal liability for personal data misuse committed by collection desks in illegal online loan corporations, as well as how it is applied in decision no. 438/pid.sus/2020/pn jkt utr. the purpose of this study is to explain the application of vicarious liability in corporate criminal liability for illegal online loan corporations and to evaluate its application in judicial practice.the research method used is normative juridical research with a descriptive-analytical approach, through literature studies of laws and regulations, legal doctrines, and relevant court decisions. the results of the study show that, normatively, corporations can be held criminally liable for desk collection actions carried out within the scope of work and corporate profit. however, in decision no. 438/pid.sus/2020/pn jkt utr, the application of vicarious liability has not been implemented optimally because criminal responsibility is only imposed on individual perpetrators. therefore, it is suggested that law enforcement officials be more proactive in constructing charges involving corporations, and for judges not to be limited to the classic legal paradigm in order to create a deterrent effect. additionally, the financial services authority (ojk) needs to tighten supervision and standardize systems.