DETAIL KOLEKSI

Analisis terhadap penggunaan asas itikad baik dalam perjanjian jual beli tanah di kota bogor (antara sirhan, sania sanabel bisyir dan ahmad taqiyuddin malik)


Oleh : Nadira Putri Arfiandi

Info Katalog

Penerbit : FH - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2026

Pembimbing 1 : Novina Sri Indiraharti

Pembimbing 2 : Sri Untari Indah Artati

Subyek : Good faith (Law)

Kata Kunci : agreement, principle of good faith, land sale and purchase agreement

Status Posting : Published

Status : Lengkap


File Repositori
No. Nama File Hal. Link
1. 2026_SK_SHK_010002102011_Halaman-Judul.pdf
2. 2026_SK_SHK_010002102011_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf 1
3. 2026_SK_SHK_010002102011_Surat-Hasil-Similaritas.pdf 1
4. 2026_SK_SHK_010002102011_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf 1
5. 2026_SK_SHK_010002102011_Lembar-Pengesahan.pdf 1
6. 2026_SK_SHK_010002102011_Pernyataan-Orisinalitas.pdf 1
7. 2026_SK_SHK_010002102011_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf 1
8. 2026_SK_SHK_010002102011_Bab-1.pdf
9. 2026_SK_SHK_010002102011_Bab-2.pdf 5
10. 2026_SK_SHK_010002102011_Bab-3.pdf 9
11. 2026_SK_SHK_010002102011_Bab-4.pdf
12. 2026_SK_SHK_010002102011_Bab-5.pdf
13. 2026_SK_SHK_010002102011_Daftar-Pustaka.pdf
14. 2026_SK_SHK_010002102011_Lampiran.pdf

T Tanah memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan masyarakat indonesia karena mengandung nilai ekonomis dan sosial, sehingga setiap peralihan hak atas tanah melalui perjanjian jual beli harus menjamin kepastian hukum dan perlindungan bagi para pihak. sengketa jual beli tanah dalam praktiknya masih sering terjadi akibat tidak terpenuhinya kewajiban kontraktual serta tidak diterapkannya asas itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian. permasalahan tersebut tercermin dalam sengketa perjanjian pengikatan jual beli tanah antara sirhan dan sania sanabel bisyir sebagai penjual dengan ahmad taqiyuddin malik sebagai pembeli dalam putusan mahkamah agung nomor 1145 k/pdt/2025. penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), bersifat deskriptif, serta dianalisis secara kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif. hasil analisis menunjukkan bahwa pengaturan asas itikad baik dalam perjanjian jual beli tanah tidak hanya bersumber dari kitab undang-undang hukum perdata, khususnya pasal 1338 ayat (3) dan pasal 1339, tetapi juga tercermin secara implisit dalam hukum agraria nasional melalui undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria, serta peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah, khususnya pasal 32 ayat (2) yang memberikan perlindungan hukum kepada pihak yang memperoleh dan menguasai tanah dengan itikad baik. penggunaan asas itikad baik dalam perkara ini menunjukkan bahwa penilaian itikad baik didasarkan pada perilaku konkret para pihak, dimana pembeli dinilai wanprestasi dan tidak beritikad baik, sedangkan penjual beritikad baik dan berhak memperoleh perlindungan hukum. hal ini menunjukkan bahwa asas itikad baik berfungsi sebagai instrumen korektif terhadap kebebasan berkontrak dan menjadi landasan dalam mewujudkan keadilan dan kepastian hukum dalam transaksi perjanjian jual beli tanah.

L Land holds a strategic position in the life of indonesian society as it carries both economic and social value. therefore, every transfer of land rights through a sale and purchase agreement must ensure legal certainty and protection for the parties involved. in practice, disputes arising from land sale and purchase transactions remain frequent due to the non-fulfillment of contractual obligations and the failure to apply the principle of good faith in the performance of agreements. this issue is reflected in the dispute concerning the land sale and purchase binding agreement between sirhan and sania sanabel bisyir as sellers and ahmad taqiyuddin malik as buyer, as adjudicated in supreme court decision number 1145 k/pdt/2025. this study employs a normative juridical research method with a library research approach. it is descriptive in nature and analyzed qualitatively through statutory and case approaches, with conclusions drawn deductively. the analysis indicates that the regulation of the principle of good faith in land sale and purchase agreements is not only derived from the indonesian civil code, particularly article 1338 paragraph (3) and article 1339, but is also implicitly reflected in national agrarian law through law number 5 of 1960 concerning basic agrarian principles, as well as government regulation number 24 of 1997 concerning land registration, particularly article 32 paragraph (2), which provides legal protection to parties who acquire and possess land in good faith. the application of the principle of good faith in this case demonstrates that the assessment of good faith is based on the concrete conduct of the parties, whereby the buyer was deemed to have committed a breach of contract and acted in bad faith, while the sellers were considered to have acted in good faith and were therefore entitled to legal protection. this confirms that the principle of good faith functions as a corrective instrument to freedom of contract and serves as a foundation for achieving justice and legal certainty in land sale and purchase transactions.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?