Halaman judulevaluasi hasil stimulasi “hydraulic fracturing†pada sumur ar lapangan ma
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Onnie Ridaliani Prapansya
Pembimbing 2 : Aqlyna Fattahanisa
Kata Kunci : Hydraulic fracturing, Inflow Performance Relationship, Productivity Index, Skin factor.
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_STP_071002100005_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_STP_071002100005_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_STP_071002100005_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | ||
| 4. | 2026_SK_STP_071002100005_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_STP_071002100005_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_STP_071002100005_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_STP_071002100005_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_STP_071002100005_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_STP_071002100005_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_STP_071002100005_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_STP_071002100005_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_STP_071002100005_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_STP_071002100005_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_STP_071002100005_Lampiran.pdf |
|
S Sumur ar-049 yang terletak di lapangan ma, prabumulih, sumatera selatan, memproduksi dari lapisan a0 pada formasi talang akar, yang tersusun dari batupasir dengan karakteristik porositas sedang–tinggi namun memiliki permeabilitas rendah. berdasarkan hasil karakterisasi, permeabilitas formasi sebesar 23 md, kemudian terdapat skin yang menyebabkan perubahan nilai permeabilitas sebesar 8.3 md. hal ini mengindikasikan terbatasnya kemampuan aliran fluida, yang diperparah dengan keberadaan formation damage akibat proses produksi, sehingga menghasilkan nilai skin factor yang tinggi dan menyebabkan rendahnya productivity index sumur.penelitian ini bertujuan untuk evaluasi hasil hydraulic fracturing terhadap peningkatan produktivitas sumur melalui perubahan nilai productivity index dan skin factor . metode yang digunakan meliputi pengumpulan data produksi, data reservoir, dan data produksi. analisis dilakukan menggunakan metode nodal analisis untuk mengidentifikasi pemasalahan yang terjadi. dilanjutkan dengan evaluasi keberhasilan dengan melihat parameter productivity index dan skin factor.proses stimulasi hydraulic fracturing ini dinilai sangat efektif dalam memperbaiki produktivitas sumur yang mengalami penurunan produksi akibat dari kerusakan formasi “skinâ€. evaluasi sebelum dan sesudah dari proses fracturing sangat penting guna untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan dari parameter yang ada. dan untuk mengetahui apakah stimulasi yang dilakukan mampu memperbaiki kinerja dari sumur. pada penelitian ini berfokus pada evaluasi hasil dari penerapan hydraulic fracturing pada sumur ar-049 yang terletak di lapangan ma, dengan menggunakan pendekatan teknis dan data historis produksi, mengacu pada perubahan nilai skin factor, laju produksi, productivity index serta melihat seberapa perubahan kurva inflow performance relationship.sebelum dilakukannya stimulasi, sumur ar-049 menunjukkan kinerja produksi yang menurun secara bertahap. hal ini dapat di identifkasikan melalui perbandingan data nodal analysis sebelum dengan nodal analysis sesudah hydraulic ffracturing, dapat di indikasi terdapat permasalahan. pada identifikasi permasalahan, ditemukan adanya skin sebesar +1.94. nilai skin ini, menandakan bahwa terdapat hambatan aliran di sekitar sumur, yang kemungkinan disebabkan oleh akumulasi dari adanya partikel, sumbatan oleh lumpur bor, atau tekanan produksi yang menyebabkan rusaknya hubungan antara pori-pori. pada kondisi tersebut, maka di lakukanlah pekerjaan hydraulic fracturing pada lapisan a0.pada proses perekahan hidrolik, dilakukan evaluasi performa sumur dengan melihat parameter productivity index, skin, dan analisis nodal beserta perhitungan secara manual. pada hasil analisis nodal ini, menunjukkan terjadinya formation damage dengan besaran skin factor +1.94 dan setelah dilakukan stimulasi, skin yang ada menjadi -1.78, yang berarti telah terjadi perubahan nilai skin. nilai productivity index juga meningkat dari 0.667 menjadi 1.1184, dimana besaran nilai productivity index terjadi peningkatan kemampuan sumur dalam mengalirkan fluida. laju produksi minyak mengalami peningkatan dari rata-rata 19.37 stb/d menjadi lebih dari 192 stb/d. pada sisi yang lain, watercut juga mengalami penurunan secara signifikan, yang menunjukkan bahwa peningkatan produksi. evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sumur sebelum dan sesudah stimulasi menggunakan data perbandingan productivity index dan skin factor.dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hydraulic fracturing berhasil memperbaiki performa produksi sumur ar-049 dengan cara menurunkan nilai skin, meningkatkan nilai productivity index. pelaksanaan hydraulic fracturing sebagai stimulasi perbaikan performa sumur pada lapangan ma sumur ar-049 dengan batuan permeabilitas rendah yang telah mengalami kerusakan formasi. dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan bukti keberhasilan metode stimulasi hydraulic fracturing, tetapi juga dapat memperkuat dasar ilmiah bagi pengembangan stimulasi sumur yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam eksplorasi dan produksi hidrokarbon.
W Well ar-049 located in ma field, prabumulih, south sumatra, produces from the a0 layer of the talang akar formation, which is composed of sandstones characterized by medium-high porosity but low permeability. based on the characterization results, the formation permeability is 23 md, then there is a skin that causes a change in permeability value of 8.3 md. this indicates the limited ability of fluid flow, which is exacerbated by the presence of formation damage due to the production process, resulting in a high skin factor value and causing a low well productivity index.the objective of this study is to evaluate the effectiveness of hydraulic fracturing stimulation in enhancing well performance by assessing changes in productivity index and skin factor before and after treatment. the methodology incorporates acquisition and analysis of production data, reservoir properties, and well performance parameters. a nodal analysis approach is applied to diagnose flow restrictions and production impairments. the post-stimulation evaluation focuses on quantifying the improvement in flow efficiency through the reduction of skin and increase in productivity index, indicating the success of the fracturing operation.in the hydraulic fracturing process, well performance evaluation is carried out by looking at the productivity index parameters, skin, along with the inflow performance relationship, nodal analysis is carried out using pipesim software along with manual calculations. the nodal analysis showed formation damage with a skin factor of +1.94 and after stimulation, the skin became -1.78, which means there has been a drastic reduction. the productivity index value also increased from 0.667 to 1.1184, where the productivity index value increased the ability of the well to flow fluid. the oil production rate increased from an average of 19.37 stb/d to more than 192 stb/d. on the other hand, the watercut also decreased significantly, indicating that production increased. analysis of the inflow performance relationship curve shows a larger direction after hydraulic fracturing, indicating an increase in well productivity. this change indicates that the bottom pressure of the well is able to produce a greater flow rate after stimulation. the evaluation was conducted by comparing the well condition before and after stimulation using inflow performance relationship curve and skin factor.from the results of the study, it can be concluded that hydraulic fracturing successfully improved the production performance of the ar-049 well by reducing the skin value, increasing the productivity index value. the implementation of hydraulic fracturing as a stimulation to improve well performance in ma field ar-049 well with low permeability rock that has experienced formation damage. thus, this research not only provides evidence of the success of the hydraulic fracturing stimulation method, but also can strengthen the scientific basis for the development of more efficient and sustainable well stimulation in hydrocarbon exploration and production.