Studi laboratorium pemanfaatan dari kulit buah pinang terhadap sifat fisik lumpur pada suhu 80 °f dan 200 °f
Penerbit : FTKE - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Ridha Husla
Pembimbing 2 : Apriandi Rizkina Rangga Wastu
Kata Kunci : Drilling mud, Filtration loss, Rheology, Cellulose, Viscosity
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_STP_071002100059_Halaman-Judul.pdf | ||
| 2. | 2026_SK_STP_071002100059_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_STP_071002100059_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_STP_071002100059_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_STP_071002100059_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_STP_071002100059_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | ||
| 7. | 2026_SK_STP_071002100059_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_STP_071002100059_Bab-1.pdf | ||
| 9. | 2026_SK_STP_071002100059_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_STP_071002100059_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_STP_071002100059_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_STP_071002100059_Bab-5.pdf | ||
| 13. | 2026_SK_STP_071002100059_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_STP_071002100059_Lampiran.pdf |
|
D Dalam aktivitas pengeboran sumur minyak dan gas, lumpur pemboran memiliki peran krusial, di antaranya untuk menjaga kestabilan dinding lubang bor, membawa potongan formasi batuan (cuttingss) ke permukaan, serta mengendalikan tekanan hidrostatik di dalam lubang. peran lumpur pemboran sangat penting dalam keseluruhan proses pengeboran. pemilihan jenis dan kualitas lumpur yang tepat akan berdampak langsung pada kecepatan pengeboran, efektivitas kerja, keselamatan operasional, hingga besarnya biaya yang diperlukan. pada awal kemunculannya, air digunakan sebagai fluida utama untuk mengangkut cuttingss. namun, seiring perkembangan teknologi, air digantikan oleh lumpur pemboran yang memiliki fungsi lebih kompleks. berbagai zat kimia ditambahkan sebagai bahan additive guna meningkatkan kinerja dan sifat lumpur. namun, sebagian besar bahan tambahan tersebut berbasis senyawa kimia sintetis yang berisiko mencemari lingkungan. berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mencoba memanfaatkan serbuk kulit buah pinang sebagai alternatif additive alami yang kaya akan kandungan selulosa. tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas kulit pinang sebagai bahan additive pada lumpur pemboran, dengan menguji parameter seperti funnel viscosity, plastic viscosity, yield point, gel strength, ph, filtration loss, dan mud cake pada variasi komposisi 6, 8, 10, dan 12 gram, yang diuji pada suhu 80ºf dan 200ºf. proses awal dimulai dengan menghaluskan kulit pinang menjadi serbuk halus menggunakan food processor. bubuk tersebut kemudian akan digunakan dalam pembuatan sampel lumpur bersama bahan lain seperti air, bentonite, dan caustic soda. setelah sampel selesai dibuat, dilakukan serangkaian pengujian terhadap sifat fisik lumpur dan dilanjutkan dengan proses analisa. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan kulit pinang terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran berbasis air. kulit pinang digunakan sebagai bahan additive alami karena mengandung 53,20% selulosa (kusuma kencanawati dkk., 2018) dengan kandungan c sebesar 71,93 dan o sebesar 28,07, yang diharapkan dapat meningkatkan performa lumpur dalam mendukung proses pemboran. hasil pengujian menunjukkan bahwa funnel viscosity mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya konsentrasi kulit pinang. pada suhu 80 °f, nilai funnel viscosity berada di kisaran 26,32 hingga 35,13 detik/quartz, sedangkan pada suhu 200 °f nilainya berkisar antara 24,53 hingga 32,8 detik/quartz. meskipun terjadi peningkatan, semua nilai tersebut masih memenuhi standar operasional yang ditetapkan, yaitu di bawah 60 detik/quartz. kemudian, terjadi kenaikan pada nilai plastic viscosity, yaitu 12 – 15 cp pada suhu 80 °f dan 10 - 14 cp pada suhu 200 °f. hal ini disebabkan oleh kemampuan selulosa dalam meningkatkan viskositas sistem lumpur. selain itu, nilai yield point meningkat seiring bertambahnya konsentrasi kulit pinang, masing-masing sebesar 15 hingga 20 lb/100ft² pada suhu 80 °f dan 13 - 18 lb/100ft² pada suhu 200 °f, yang menunjukkan adanya peningkatan interaksi antar partikel di dalam lumpur. pengujian gel strength juga menunjukkan tren positif. gel strength 10 detik berada dalam rentang 8 hingga 11 lb/100ft² pada 80 °f dan 6 hingga 8 lb/100ft² pada 200 °f, sedangkan gel strength 10 menit berkisar antara 11 hingga 14 lb/100ft² pada 80 °f dan 8 hingga 13 lb/100ft² pada 200 °f. kondisi ini mengindikasikan bahwa lumpur memiliki daya kohesi yang baik dalam keadaan diam, meskipun terdapat satu sampel pada suhu tinggi yang tidak memenuhi batas minimal standar. di sisi lain, nilai filtration loss menurun secara signifikan seiring dengan penambahan kulit pinang, yaitu dari 5,5 hingga 3,5 ml pada 80 °f dan dari 5 hingga 3 ml pada 200 °f, memperlihatkan efektivitas selulosa dalam mengurangi kehilangan filtrat. ketebalan mud cake juga menurun dari 4,5 hingga 3,1 mm pada suhu 80 °f dan dari 4 hingga 2,3 mm pada suhu 200 °f, sehingga diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya masalah pemboran. nilai ph lumpur menunjukkan sifat basa pada suhu 80 °f dengan kisaran 11 hingga 10, namun menurun hingga 8 pada suhu 200 °f, sehingga perlu penyesuaian ph untuk menjaga kestabilan lumpur di lingkungan bersuhu tinggi. secara keseluruhan, penambahan kulit pinang terbukti memberikan kontribusi positif terhadap sifat reologi dan filtrasi lumpur pemboran, dengan potensi sebagai alternatif additive ramah lingkungan.
D Drilling in oil and gas well drilling operations, drilling mud plays a crucial role, including maintaining borehole wall stability, transporting rock cuttingss to the surface, and controlling hydrostatic pressure within the wellbore. the selection of appropriate type and quality of drilling mud directly affects drilling efficiency, operational safety, and overall cost. initially, water was used as the primary fluid for transporting cuttingss. however, with technological advancement, water has been replaced by drilling mud with more complex functions. various chemical additives have been introduced to enhance the performance and properties of drilling mud. most of these additives are synthetic-based and pose potential environmental risks. based on this concern, this study investigates the use of areca nut peel powder as a natural additive alternative, due to its high cellulose content. the objective of this research is to evaluate the effectiveness of areca nut peel as an additive in water-based drilling mud by testing parameters such as funnel viscosity, plastic viscosity, yield point, gel strength, ph, filtration loss, and mud cake thickness. the study was conducted with additive concentrations of 6, 8, 10, and 12 grams at two temperature conditions: 80 °f and 200 °f.the preparation began by grinding areca nut peels into fine powder using a food processor. the powder was then mixed with other base materials, including water, bentonite, and caustic soda, to prepare the mud samples. once prepared, a series of laboratory tests were carried out to analyze the physical properties and rheology of the mud. the results show that funnel viscosity increased with the addition of areca nut peel. at 80 °f, funnel viscosity ranged from 26.32 to 35.13 seconds/quartz, and from 24.53 to 32.8 seconds/quartz at 200 °f—all within the operational standard of below 60 seconds/quartz. plastic viscosity also increased, ranging from 12–15 cp at 80 °f and 10–14 cp at 200 °f, attributed to cellulose’s thickening effect. yield point values rose with additive concentration, recorded at 15–20 lb/100ft² at 80 °f and 13–18 lb/100ft² at 200 °f, indicating enhanced particle interactions. gel strength showed a positive trend as well: 10-second gel strength ranged from 8–11 lb/100ft² at 80 °f and 6–8 lb/100ft² at 200 °f, while 10-minute gel strength was 11–14 lb/100ft² at 80 °f and 8–13 lb/100ft² at 200 °f. these values indicate good mud cohesion during static conditions, though one high-temperature sample did not meet the minimum standard.on the other hand, filtration loss decreased significantly with increased additive concentration—from 5.5 to 3.5 ml at 80 °f and from 5 to 3 ml at 200 °f—demonstrating the effectiveness of cellulose in reducing fluid loss. mud cake thickness also reduced from 4.5 to 3.1 mm at 80 °f and from 4 to 2.3 mm at 200 °f, which may help reduce drilling complications. the ph values showed alkaline properties at 80 °f (ranging from 11 to 10), but dropped to around 8 at 200 °f, suggesting that ph adjustments may be needed in high-temperature environments to maintain mud stability. overall, the addition of areca nut peel provides a positive contribution to the rheological and filtration properties of water-based drilling mud, offering potential as an environmentally friendly additive alternative.