Analisis yuridis terhadap pendaftaran tenun kubang khas sumatera barat sebagai merek (berdasarkan uu no. 20 tahun 2016)
Penerbit : FH - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Simona Bustani
Kata Kunci : Tenun Kubang, Intellectual Property, Geographical Indications, Trademarks, Communal Intellectual Pro
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_SK_SHK_010002100157_Halaman-Judul.pdf | 12 | |
| 2. | 2026_SK_SHK_010002100157_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_SK_SHK_010002100157_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_SK_SHK_010002100157_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_SK_SHK_010002100157_Lembar-Pengesahan.pdf | 1 | |
| 6. | 2026_SK_SHK_010002100157_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_SK_SHK_010002100157_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_SK_SHK_010002100157_Bab-1.pdf | 16 | |
| 9. | 2026_SK_SHK_010002100157_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_SK_SHK_010002100157_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_SK_SHK_010002100157_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_SK_SHK_010002100157_Bab-5.pdf | 2 | |
| 13. | 2026_SK_SHK_010002100157_Daftar-Pustaka.pdf | ||
| 14. | 2026_SK_SHK_010002100157_Lampiran.pdf |
|
I Indikasi geografis merupakan salah satu instrumen hukum yang penting dalam melindungi produk budaya lokal dari klaim pihak asing serta mencegah penguasaan eksklusif oleh pihak tertentu, khususnya terhadap produk yang bersifat komunal dan melekat pada identitas wilayah. salah satu produk budaya tersebut adalah tenun kubang yang berasal dari nagari kubang, kabupaten limapuluh kota, sumatera barat, yang memiliki reputasi, kualitas, serta karakteristik khas yang terbentuk dari tradisi, keterampilan, dan budaya masyarakat setempat. permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah pendaftaran merek “tenun kubang†telah sesuai dengan ketentuan hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, serta bagaimana implikasi hukum apabila “tenun kubang†tetap didaftarkan sebagai merek oleh dinas perindustrian kabupaten limapuluh kota dan bukan sebagai potensi indikasi geografis yang bersifat komunal. penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif-analitis, dengan menggunakan data sekunder sebagai sumber utama yang didukung oleh data primer, yang dianalisis secara kualitatif dan penarikan kesimpulan secara deduktif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pendaftaran “tenun kubang†sebagai merek menghadapi permasalahan hukum karena menggunakan nama geografis dan identitas budaya yang bersifat milik publik, sehingga tidak sepenuhnya memenuhi unsur daya pembeda sebagaimana disyaratkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2016. oleh karena itu, tenun kubang lebih tepat dilindungi melalui skema indikasi geografis atau setidaknya dicatat terlebih dahulu sebagai potensi indikasi geografis, karena bersifat kolektif, memiliki keterikatan kuat dengan wilayah geografisnya, serta memberikan perlindungan hukum yang lebih adil dan berkelanjutan bagi masyarakat pengrajin.
G Geographical indications constitute an important legal instrument for protecting local cultural products from foreign claims and preventing exclusive control by certain parties, particularly for products that are communal in nature and closely tied to regional identity. one such cultural product is tenun kubang, originating from nagari kubang, limapuluh kota regency, west sumatra, which possesses a distinctive reputation, quality, and characteristics shaped by the traditions, skills, and culture of the local community. this study examines whether the registration of the trademark “tenun kubang†complies with the legal provisions set forth in law number 20 of 2016 on trademarks and geographical indications, and the legal implications if “tenun kubang†continues to be registered as a trademark by the department of industry of limapuluh kota regency rather than as a communal potential geographical indication. this research employs a normative legal research method with a descriptive-analytical approach, using secondary data as the primary source supported by primary data, which are analyzed qualitatively with conclusions drawn through deductive reasoning. the findings indicate that the registration of “tenun kubang†as a trademark faces legal issues because it uses a geographical name and a cultural identity that belong to the public domain, and therefore does not fully meet the requirement of distinctiveness as stipulated in law number 20 of 2016. accordingly, tenun kubang is more appropriately protected under the geographical indication scheme or at least first recorded as a potential geographical indication, as it is collective in nature, has a strong connection to its geographical origin, and provides fairer and more sustainable legal protection for the artisan community.