Gap assessment kesiapan destinasi pariwisata kabupaten manggarai barat dalam memenuhi standar global sustainable tourism council (gstc)
Penerbit : FEB - Usakti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2026
Pembimbing 1 : Maria Ariesta Utha
Kata Kunci : Keywords: destination standards; gap assessment; Global Sustainable Tourism Council; sustainable t
Status Posting : Published
Status : Lengkap
| No. | Nama File | Hal. | Link |
|---|---|---|---|
| 1. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Halaman-Judul.pdf | 13 | |
| 2. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Surat-Pernyataan-Revisi-Terakhir.pdf | 1 | |
| 3. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Surat-Hasil-Similaritas.pdf | 1 | |
| 4. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Halaman-Pernyataan-Persetujuan-Publikasi-Tugas-Akhir-untuk-Kepentingan-Akademis.pdf | 1 | |
| 5. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Lembar-Pengesahan.pdf | 4 | |
| 6. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Pernyataan-Orisinalitas.pdf | 1 | |
| 7. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Formulir-Persetujuan-Publikasi-Karya-Ilmiah.pdf | 1 | |
| 8. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Bab-1.pdf | 24 | |
| 9. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Bab-2.pdf |
|
|
| 10. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Bab-3.pdf |
|
|
| 11. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Bab-4.pdf |
|
|
| 12. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Bab-5.pdf | 12 | |
| 13. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Daftar-Pustaka.pdf | 11 | |
| 14. | 2026_TS_MMJ_122012406009_Lampiran.pdf |
|
A Abstrakkabupaten manggarai barat sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritasindonesia yang ditetapkan pada tahun 2019, memerlukan kesiapan dalammenerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan sesuai standar internasional.penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan kabupaten manggarai baratberdasarkan global sustainable tourism council destination criteria (gstc-d)versi 2.0 melalui gap assessment dengan pendekatan kualitatif menggunakanmetode content analysis. data dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancaramendalam, dan observasi lapangan terhadap pemangku kepentingan terkait.penilaian dilakukan pada 174 indikator menggunakan skoring berbasis buktidengan rentang nilai 1–3 yang dikonversi menjadi indeks kesiapan. hasil penelitianmenunjukkan indeks kesiapan sebesar 70,5% dengan kategori cukup siap. aspekkeberlanjutan sosial-ekonomi memperoleh capaian tertinggi (77,1%), diikutipengelolaan berkelanjutan (74,5%), lingkungan (66,7%), dan budaya (64,1%).kesenjangan utama ditemukan pada tata kelola, monitoring, pengelolaan risiko,konservasi, dan dokumentasi kebijakan. penguatan kelembagaan, koordinasi, sertasistem pemantauan berbasis data menjadi prioritas peningkatan kesiapan destinasimenuju pariwisata berkelanjutan.kata kunci: gap assessment; global sustainable tourism council; kabupatenmanggarai barat; pariwisata berkelanjutan; standar destinasi.
A Abstractmanggarai barat regency, designated as one of indonesia’s super prioritytourism destinations in 2019, requires adequate readiness to implementsustainable tourism principles in accordance with international standards. thisstudy aims to analyze the readiness of manggarai barat regency based on theglobal sustainable tourism council destination criteria version 2.0 through a gapassessment using a qualitative approach with content analysis methods. data werecollected through document reviews, in-depth interviews, and field observationsinvolving relevant stakeholders. the assessment was conducted across 174indicators using evidence-based scoring with a range of 1–3, which was convertedinto a readiness index. the results show that manggarai barat regency achieved areadiness index of 70.5%, categorized as moderately ready. the highestachievement was found in the socio-economic sustainability aspect (77.1%),followed by sustainable management (74.5%), environmental sustainability(66.7%), and cultural sustainability (64.1%). the main gaps were identified ingovernance, monitoring systems, risk management, conservation, and policyimplementation documentation. strengthening institutional capacity, stakeholdercoordination, and data-driven monitoring systems are key priorities to improvedestination readiness toward sustainable tourism.keywords: destination standards; gap assessment; global sustainabletourism council; sustainable tourism; west manggarai regency